Acceptance

Cintaku 

Betapa aku mencintaimu 

Betapa aku merindukanmu 

Tetapi itu tak penting lagi bagimu 

Aku sekarang hanyalah masa lalumu 

Padahal seharusnya tak harus menjadi masa lalumu 

Masih tak jelas alasan sebenarmu 

Mengapa melakukan ini padaku 

Tetapi 

Ini bukan masalah paham atau tak paham

Ini bukan masalah benar atau salah 

Ini bukan masalah takdir atau sengaja 

Ini adalah keputusanmu atasku 

Ini adalah pilihanmu untukku 

Baiklah 

Di tanggal yang sama ini 

Di hari kau tinggalkan aku 

Aku terima keputusanmu 

Aku terima keegoisanmu 

Aku terima kejahatanmu 

Bak kau hujamkan tombak raksasa padaku

Akan kupegang tombak itu 

Akan kurasakan setiap sakit itu 

Setelah itu pergilah! 

Jangan berharap aku segera sembuh dari tombak itu 

Padahal kau yang dengan sadar menghujamku 

Itu hanya akan membuatku semakin beriba padamu  

Kau pikir menduakanku sementara 

Demi melipur kesepian 

Lalu kau kembali padaku 

Kau pikir semuanya akan kembali seperti semula?

Tidak begitu, sayangku 

Tentu semuanya takkan sama 

Sudah kukatakan

Antara api yang menggelora, baru

Atau bara yang menghangatkan, lama 

Tentu kau akan lebih tertarik pada yang baru 

Meski sebenarnya yang lama lebih berharga dan utama 

Sejak awal itulah salahmu 

Ada yang keliru dari pola pikirmu 

Sakitnya adalah kau salahkan aku

Atas perbuatanmu sendiri? 

Aku mohon 

Jangan ingat aku sebagai kesalahan 

Ingatlah aku sebagai orang yang paling mencintaimu 

Meski sekarang tak kau sadari

Karena telah lama kita saling mengenal 

Jauh sebelum kita bersatu 

Aku harap kau segera menyadari itu 

Ingin rasanya berdebat denganmu 

Menguak segala salahmu 

Tetapi tidak 

Aku takkan sanggup memarahimu 

Sesungguhnya cintaku jauh lebih besar dibanding amarahku 

Rinduku lebih luas dibanding sakitku 

Sekali lagi kukatakan

Jangan lagi menyalahkan aku 

Atas hal yang kau lakukan sendiri 

Aku maafkan dirimu 

Aku maafkan kesalahanmu 

Tetapi karena sayangku 

Aku ingin kau belajar

Aku ingin kau sadar

Aku ingin kau merasakan 

Suatu saat nanti 

Apa yang kurasakan 

Karena kau nampaknya takkan belajar dari perkataanku

Jadi biar waktu yang mengajarimu 

Jangan muncul di hadapanku lagi 

Jangan pikirkan aku lagi 

Walau memang takkan kau pikirkan lagi 

Tetapi ingatlah 

Kelirunya dirimu

Suatu saat akan kau sadari 

Kukatakan sekali lagi 

Aku terima keputusanmu 

Aku terima keadaanku sekarang 

Aku terima kesendirianku sekarang 

Aku terima bahagiamu dengannya sekarang 

Aku terima semua sesaknya kota Padang

Aku terima sesaknya Sumatra Barat sekarang 

Aku terima sesaknya kampus sekarang 

Aku terima sesaknya kosanku sekarang 

Aku terima luka ini sekarang 

Aku terima selingkuhnya dirimu 

Ingatlah 

Bahwa ada orang yang mencintaimu apa adanya 

Jangan marah padanya 

Karena sesungguhnya tak ada yang perlu dimarahkan sejak awal 

Jangan salahkan dia 

Karena kaulah yang berbuat salah 

Jangan salahkan takdir 

Karena semua ini kau ciptakan sendiri 

Jangan pula doakan sembuhnya dia 

Karena kau sendirilah yang melukainya 

Terakhir 

Aku mencintaimu 

Dan aku terima 

Diriku 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First Time

Hai lagi blog:)

I am back!