My Love

Keberadaanmu menghangatkan. Cintamu melembutkan. Sentuhanmu menenangkan. Meski pertemuan kita tidaklah karena mencari, tetapi pertemuan ini menjadi yang terindah sepanjang hidupku. Ya, hidupku masih akan berlalu, tetapi salahkah aku menganggap ini yang paling bahagia? 

Bermula dari awal perkuliahan, kita berkenalan karena satu frekuensi. Yah, perkenalan biasa sebagai penambah relasi. Berbincang-bincang online yang lucu, tukar menukar dan kirim mengirim anime. Ingatkah? Sepertinya dulu aku mengirimkan Bungou Stray Dogs yang mini? Tiap update selalu ku kirim. Namun setelah episode terakhir, maafkan aku yang menghilang. Kala itu aku masih bersama sang mantan, yang menyebabkan aku harus lost contact dengan smua lelaki, termasuk dirimu.

Satu semester berlalu, mungkin di pertengahan semester ke-2, kita kembali lagi berkontak karena kamu yang mulai duluan. Awalnya memang ku blok tapi akhirnya tetap kubuka. Dan lagi, kita hanya sebagai teman tempat berbagi cerita saja. Tertawa bersama meski tak pernah bertemu. Semua terasa seru, meski hanya sebagai teman. 

Lalu terjadi sesuatu, yang memaksa aku menyeretmu ke masalahku dan mantanku. Karena pas sekali kamu mengirim DM dan akhirnya aku seret dirimu. Aku telah minta maaf semaaf-maafnya, dan mempersilakanmu pergi. Tapi kamu tidak pergi, mengapa? Aku senang ada yang menemani, tapi tetap aku merasa sebagai beban. Kamu menemaniku setiap hari, 24/7. Membuatku benar-benar cepat terbiasa dengan keberadaanmu. Dan kamu tau apa yang pertama membuatku nyaman? Suaramu. Suara yang membuat tenang dan aman. Lalu humormu yang selalu menghindari agar aku tidak menangis. 

Lalu kamu berani mengajakku keluar, berkeliling menikmati keramaian di kesunyian malam, dan karena memang kedatanganku di Padang masih baru, aku masih sangat mengingat bagaimana kita pergi keluar dan lebih banyak diam. Tapi terima kasih, kedatanganmu mengajakku, telah menghibur hatiku. Tetap, aku merasa bersalah telah menyeretmu ke masalahku. 

Tapi itu terus berlanjut. Kamu mengajakku lagi ke berbagai tempat, yang bahkan membuatku jatuh cinta akan Padang dan Laut. Itulah kenapa kawasan Mandeh benar-benar menjadi ingatan penting dalam hatiku, karena setelah sekian lama, di situlah aku tertawa yang benar-benar lepas. Dan mungkin dari situlah hatiku mulai jatuh. Ingatkah kamu tentang aku yang memelukmu karena kita harus ngebut dan waktu itu ada hujan? Kamu juga meminjamkan hoodiemu. Kamu juga mempersilakan aku nyender di bahumu di pantai. Ingatkah? Aku tidak akan pernah lupa itu sampai sekarang karena ku tak pernah berbohong mengenai pertama kali tawa ku lepas di sana. 

Aku mulai berpikir, jangan-jangan kamu merasa bersalah dan bertanggung jawab karena aku seret ke masalahku? 25 Des 2021, kita sedang zoom. Seperti yang biasa kita lakukan setiap hari. Aku bertanya padamu, lalu kamu berkata kalau kamu suka padaku. Suka? Karena waktu yang kita lalui bersama, yang dari teman online, satu kampus, menjadi dekat, dan akhirnya suka. Aku? Aku menangis, terharu dan bingung. Aku takut, kesenangan yang kamu berikan ini adalah karma bagiku. Aku takut, takut terluka lagi. Tapi karena aku pun tak berdaya, aku juga suka padamu, kita lanjutkanlah hubungan kita. Hubungan yang sangat manis. Seperti menjadi puncak kebahagiaan hidupku. Dan tetap, akan menjadi puncak kebahagiaan hidupku.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First Time

Hai lagi blog:)

I am back!