Never
Pernahkah kau merindukan seseorang?
Pernahkah kau merindukan seseorang disaat kau kesepian?
Itu adalah hal yang wajar
Tapi pernahkah kau merindukan seseorang
Disaat kau berada di keramaian
Tak peduli semenarik apapun keramaian itu bagimu
Kau tetap berharap seseorang itu ada bersamamu kala itu?
Itulah yang kurasakan
Selama jauh darimu
Kota yang kusinggahi itu indah
Banyak hal yang jauh lebih menarik
Dibanding kota kita berasal
Tetapi kenihilan fisikmu di sampingku kala itu
Dapat mengusik semua hal menarik di sana
Semua terasa kurang
Kurang nan banyak
Itulah yang kupikul selama ini
Tetapi, itu bukanlah beban!
Rindu itu adalah nikmat yang kurasakan
Karena bisa merasa memiliki seseorang untuk aku pulang padanya
Menabung rasa itu terus-menerus selama berpisah
Hingga suatu saat akan dapat ku kembali padamu
Untuk meluapkan rasa itu ke angkasa
Bersama dirimu yang kurindukan keberadaannya
Tahukah kamu?
Itu adalah rasa yang indah
Rasa yang memberikan semangat
Pendorongku untuk dapat bertahan hidup
Dalam kesendirian di tengah keramaian
Bak tiada orang yang sama denganmu
Tiada yang dapat menggantikan keberadaanmu
Karena bagiku kau hanya satu
Lalu kau?
Sepertinya kau tidak mengalami itu
Kau tidak mengalami rasa yang kurasakan itu
Kau tidak merasa aku adalah orang yang kau rindukan
Tampaknya kau hanya merindukan kenangannya
Keberadaan seseorang disampingmu, terserah siapapun itu
Kau merasa perpisahan sementara kita adalah neraka
Padahal itu adalah surga
Nikmat untuk manusia yang memiliki hati untuk merasa!
Dengan perjuangan dan kerinduan itu
Maka harusnya kita dapat berhasil untuk bersama kembali
Melepaskan rindu pribadi
Lalu melanjutkan perjuangan bersama di kota ini!
Tapi tak ku mengerti
Mengapa kau jadi begini
Mungkin benar, yang kau rindukan adalah keberadaan seseorang di sampingmu
Beserta kenangan yang kau pernah ukir bersama
Bukan merindukan 'orang'nya
Orang yang selama ini selalu merindukanmu
Bahkan hingga sekarang, masih kurindukan dirimu
Kejamnya kau jatuhkan hukuman macam itu kepadaku
Orang yang sangat merindukanmu
Dan menjadikanmu tempat untuk kupulang
Tetapi kau hukum aku atas apa yang tidak kulakukan
Kau hukum aku atas pola pikir bocahmu
Padahal sebenarnya kau juga sedang menyakiti dirimu sendiri
Dengan mencoba mengukir kenangan yang sama
Tetapi dengan orang yang berbeda
Memang tak hanya kau yang sakit
Tetapi aku jauh lebih sakit
Bak tercekik tapi tak mati
Bak tenggelam tapi tak habis nafas
Tapi tak pula dapat bernafas dengan leluasa
Kau begini membuatku berpikir
Seakan-akan bagimu aku tidak ada harganya
Yang berharga bagimu hanyalah kenangan itu
Seakan siapapun yang menemanimu itu sembaranglah
Yang penting kenangannya yang kau elu-elukan
Ingatlah, cintaku!
Tak kan pernah kau temukan diriku di diri orang lain
Tak kan pernah kau temukan rasa yang sama seperti dahulu
Jika kau terus ingin mengulang kenangan yang sama
Dengan orang yang berbeda!
Itulah juga yang membuatku sengsara
Karena yang kurindukan adalah keberadaanmu
Agar kita bisa lanjut mengukir kenangan bersama!
Tapi kejamnya dirimu menimpakan ini kepadaku
Menjadikanku hilang tanpa arah
Di kota tempat kita pertama bertemu dan menjadi satu
Ingatlah!
Dan memang pasti suatu hari nanti
Kau pasti akan mengerti dan merasakan
Apa yang kurasakan
Bagaimana rasanya menabung rindu dengan khidmat
Hingga kita bisa meluapkan rindu yang teramat
Karena sesungguhnya rasa itu di dalam hati!
Dan dari hati dapat mendorong badan kita
Untuk terus hidup dengan harapan!
Dan tak kumengerti dan tak pula ku tau
Bagaimana cara berpikir hatimu itu
Yang seakan aku bisa digantikan dengan mudah
Hanya karena kita tak bertemu sementara, wajah dengan wajah
Suatu saat nanti pun
Kau akan mengerti
Betapa sakitnya ditinggalkan
Oleh orang yang paling kita rindukan
Oleh orang yang paling kita butuhkan!
Betapa sakitnya dikhianati
Oleh orang yang paling kita percaya
Oleh orang yang memberi janji itu sendiri
Sekarang mungkin kau bahagia
Karena itu hanyalah mula-mula
Tetapi akan ada masanya
Kau untuk belajar
Dan merasakan apa yang kurasakan
Bahwa saat raga dua insan yang mencintai berpisah
Tak hanya satu yang sengsara
Tetapi keduanya
Apalagi yang meninggalkan
Karena dia sendiri yang meninggalkan
Dan dia sendiri pula yang merindukan
Kukatakan lagi
Aku sangat merindukanmu!
Sangat-sangat merindukanmu!
Hingga sampai harga diriku sempat kubuang untuk mengemis padamu
Agar tetap bersamaku
Betapa hancurnya aku
Saat satu pendorong besar semangatku
Malah mendorongku untuk pergi
Disaat hati masih ingin menetap
Sekali lagi kukatakan!
Tak kan pernah kau temukan aku di orang lain!
Tak kan pernah kau temukan rasa yang sama ketika kau mencoba mencari rasa itu
Di orang lain
Kau mungkin bahagia sekarang
Tetapi akan ada masanya
Untuk kau menuai apa yang kau tanam pada nasib hatiku
Bukan aku dendam padamu
Aku pun sekarang masih sangat merindukanmu
Walau tentu rinduku takkan terluapkan
Tetapi aku percaya akan ada balasan untukmu
Bukan dariku, tapi dari Tuhanmu dan Tuhanku
Sekarang pun aku
Walau lebih banyak jatuhnya
Aku tetap akan mencoba percaya
Akan ada masa bahagia ku datang kelak
Dan itu jelas bukan karena doamu kala itu
Yang berharap aku sembuh dan melupakanmu
Sekali-kali takkan bisa!
Dan takkan sudi aku sembuh karena doamu!
Karena luka ini kau sendiri yang menorehkannya!
Takkan kau tau betapa hancurnya aku sekarang ini
Karena yang tampak bagimu hanyalah kebahagiaan bersama yang baru
Takkan kau peduli padaku yang sudah kau buang ini
Karena kau telah memungut yang lain
Padahal aku tau yang kau cari bukanlah itu
Ingatlah!
Dan sadarlah!
Selingkuh itu sejak awal adalah salah!
Dan selamanya akan tetap salah!
Takkan ada kebetulan di dunia ini
Bahwa kalian tiba-tiba menyukai
Jika tidak kau buka sendiri hatimu
Dan kau beri kesempatan orang itu untuk memasuki hatimu!
Sekali lagi!
Aku sangat merindukanmu!
Rindu yang takkan pernah dapat kuluapkan
Yang terus menyiksaku
Karena kekejaman tindakan bejatmu
Sekali lagi juga kukatakan!
Takkan pernah kau temukan diriku di diri orang lain
Dan takkan pernah kau temukan rasa yang sama seperti rasa kita dahulu
Jika kau mencarinya di orang lain
Dan juga
Selamat berbahagia untukmu!
Hingga datang sakitmu
Seperti yang kurasakan sekarang
Dan selamat berpatah hati untukku!
Hingga datang bahagiaku
Yang lebih bahagia daripada yang kau rasakan sekarang
Karena rasaku sangatlah murni
Karena aku tak mudah mencintai
Tak mudah pula melupakan
Tak seperti kau
Yang dapat dengan mudah berganti hati
Seakan yang sebelumnya telah usang tak berharga lagi!
Related banget ceritanya seperti awal gua berpisah
BalasHapusOiya, tutor move on cepet no root dong gan
HapusSending you virtual hugs, mate!^^
BalasHapus