Suffer, Sun and Star Disappear

Judul yang terlihat menyakitkan bukan?

Itulah yang kau sematkan untuk bab pertemuan kita

Jadi

Apakah bersamaku hanya mendatangkan sengsara?

Tak adakah sub-bab yang menceritakan kebahagiaan kita?

Atau sudah kau hapuskan itu semua

Hingga yang kau rasakan hanya sengsara?

Padahal masa bahagia kita lebih lama dibandingkan masa sengsara? 

Jadi 

Apakah aku Mataharimu?

Apakah aku Bintangmu?

Ketahuilah

Jika memang iya

Cahaya, sesuai nama asliku, Nur

Cahayaku takkan pernah padam hingga akhir dunia

Baik itu sebagai Matahari maupun sebagai Bintang 

Tetapi mungkin bagimu 

Matahari harus senantiasa bercahaya untukmu

Bintang pun harus begitu

Siang dan malam 

Tak taukah dirimu?

Matahari itu selalu ada

Bintang itu selalu ada 

Meksi malam hari Matahari tak tampak

Meski siang hari Bintang tak tampak 

Bukan berarti Ia tak ada! 

Seperti cintaku padamu 

Meski raga kita berpisah kala itu

Cintaku tetap ada!

Meski Matahari tak menerangi malammu

Bukan berarti Ia tak ada!

Meski Bintang tak membuat indah siangmu

Bukan berarti Ia tak ada! 

Seperti judul dari tulisan ini

Always Your Sunshine

Your Sunshine Who Will Never Disappear 

Memang takkan pernah hilang kecuali kiamat datang! 

Apalagi namaku memang artinya cahaya

Maka aku akan terus bercahaya! 

Begitu juga cintaku! 

Tetapi itu yang tidak kau sadari 

Bahkan arti nama lengkapku adalah

"Cahaya yang tenang"

Lalu apa arti namamu? Tak tau? Hahah 

Dari namaku saja

Sudah berhasil orang tuaku mendoakanku menjadi cahaya yang tenang untukmu

Tetapi itu yang tidak kau sadari

Tetapi itu yang tidak kau mengerti  

Memang sepertinya kesimpulan paling benar darimu adalah

Bahwa bagimu cinta hanya di depan matamu saja 

Cinta itu hanya untuk bersenang-senang saja tanpa perjuangann

Wahai sayangku!

Cinta itu di hati letaknya!

Cinta itu dirasakan! 

Bukan hanya dilihat!

Cinta itu di hati

Agar orang buta masih bisa merasakan cinta

Meski tak bisa melihat 

Agar orang buntung masih bisa merasakan sentuhan cinta

Meski tak bisa menyentuh 

Begitu sesaknya duniaku sekarang ini

Tanpa aku kau pedulikan lagi 

Karena rasa ini tetaplah ada 

Menjadikan kenangan di kota itu sebagai belenggu

Yang aku pun tak tau sampai kapan akan mengganggu 

Kutanyakan lagi 

Tak nampakkah bagimu berbulan-bulan kebahagiaan kita?

Sampai-sampai tak kau jadikan judul bab kita? 

Sampai-sampai bulan-bulan bahagia kita kalah telak oleh hanya karena satu bulan?! 

Lemah!!

Takkan bisa kau perjuangkan satu cinta sampai kau mati! 

Jika begitu 

Takkan pernah kau temukan satu orang yang akan cukup denganmu! 

Takkan pernah! 

Kau lah yang salah di sini

Menganggap kepergian sementaraku 

Sebagai kepergian selamanya

Kau! 

Menciptakan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ada

Membenarkan sesuatu yang sangat salah

Kau kira mendua itu adalah pilihan yang benar?

Lalu apakah sejak awal mendua itu bisa dianggap pilihan?

Kau kira mendua itu benar? 

Mendua itu adalah dosa besar dalam suatu hubungan! 

Kau kira mendua itu terjadi tiba-tiba?

Sekali-sekali tidak!

Kau sendiri yang menciptakan sakitmu! 

Seolah-olah aku yang telah menyakitimu!

Kau sendiri yang membuka hatimu!

Hingga kau dapatkan orang selain aku!

Sekali-sekali tidak! 

Kau takkan pernah menemukanku di diri orang lain!

Kau takkan pernah bisa merasakan hal yang sama dua kali! 

Padahal hanya dengan satu orang 

Kita bisa terus memperbarui bahagia 

Cih

Tetapi yang kau lakukan malah berkhianat! 

Memang ada orang yang tak pernah selingkuh

Tetapi takkan ada orang yang selingkuh hanya satu kali! 

Kau mencari sakitmu sendiri

Kau menambah variabel pengganggu

Hingga hasilnya adalah aku yang tersakiti! 

Dan hidupku yang hancur terbelenggu! 

Tak kau tau bagaimana hancurnya aku sekarang, cintaku! 

Ingin kembali padamu sudah tak sudi! 

Ingin memulai hari tanpamu aku tak mengerti! 

Tak ku tau ingin mulai dari mana 

Bagianmu telah menjadi bagianku!

Dan sekarang bagian itu terpecah

Jika kupungut lagi, masih ada pengaruhmu!

Jika kulepaskan perekatmu padaku 

Bisa

Tetapi tetap akan bersisa

Tetapi tetap akan berbekas 

Kau mungkin telah biasa-biasa saja

Padahal kau telah menyakiti hati seorang perempuan! 

Kau mendoakanku sembuh?

Tak sudi aku sembuh karena doamu

Apalagi luka itu kau sendiri yang sebabkan

Tak berpikirkah dirimu?

Kemana logikamu? 

We should've been enough for each other

But for you, one girl will never be enough

Yang kau cari hanyalah kesenangan sementara

Api yang bergelora

Padahal sebenarnya yang paling kekal 

Adalah bara yang menghangatkan 

Takkan kau mengerti ini

Karena keegoisanmu itu telah menggelapkan matamu!

Tega kau menghapusku dari hidupmu! 

Telah kau dzolimi diriku!

Maka kukutuk kau!

Kukutuk kau agar mendapat rasa sakit yang sama seperti yang kurasakan sekarang! 

Terbuang oleh orang yang paling disayang!

Terkhianati oleh orang yang paling dicinta! 

Kukutuk kau agar hidupmu takkan pernah tenang setelah meninggalkanku! 

Kukutuk kau agar kau menyadari bahwa kau sendirilah yang salah atas semua ini!

Kukutuk kau agar kau mendapatkan penyesalan yang mendalam telah melakukan semua ini! 

Kukutuk kau agar kau melihat ke belakang dan aku sudah tak di sana lagi! 

Kau yang ciptakan kisah kita

Kau yang memulai ini semua

Kau yang meruntuhkan dinding penghalangku

Kau yang membuatku sangat mencintaimu

Kau pulalah yang mengkhianatiku

Kau pulalah yang menghancurkanku 

Tunggulah balasan dari doa-doaku untukmu!

Tunggulah kutukanku terjadi padamu! 

Cepat atau lambat akan kau rasakan itu!

Oh tentu aku meminta agar cepat

Agar cepat pula kau cari pengganti dari pengganti itu 

Agar masih pula aku di kota itu untuk mengetahui kabar duka darimu!

Yang akan menjadi kabar bahagia bagiku!

Sesungguhnya semua aspek diciptakan berpasang-pasangan 

Bahagiamu sekarang kau rasakan

Sekarang hancurmu kunantikan 

Karena tidak akan berpisah dua hal ini! 

Mau bagaimanapun kau mempertahankan sesuatu

Sesuatu itu hanya sementara 

Akan ada akhir bagimu 

Sebagaimana akhirku sudah kau datangkan dengan tiba-tiba! 

Takkan kau bisa lari dari hal ini 

Sebagaimana aku tak bisa apa-apa ditimpa kebejatanmu! 

Mulai sekarang 

Meski aku tau takkan kau tau tulisan ini

Tak apa

Tak perlu kau tau

Hatimu takkan terbuka dengan tulisan ini

Otakmu takkan berfungsi dengan tulisan ini

Sekarang 

Jangan lagi kau tampakkan wajamu di depanku 

Tak sudi aku melihatmu! 

Biar aku memeluk siksa ini 

Hingga terbiasa 

Biar aku berjuang sendiri! 

Di kota yang penuh akan 'kita' itu 

Takkan kucaritau kabarmu

Memang sudah tak sudi kucari tau kabarmu! 

Tetapi sesungguhnya akan datang apa yang aku sumpahi padamu! 

Kau yang telah menjadi bagian hidupku

Kau yang telah menjadi laki-laki idamanku 

Kau yang pernah merasakan cintaku 

Rasakanlah kehancuranmu nanti 

Takkan kudoakan orang lain yang merasakan akibat perbuatanmu

Melainkan hanya padamu lah doaku tertuju! 

Kau telah sangat merugi! 

Menyia-nyiakan orang yang sangat mencintaimu! 

Kerugian itu akan terus kau rasakan 

Meski sekarang belum kau rasakan

Tetapi segera akan kau rasakan 

Kau 

Yang membuatku jatuh cinta pada cantiknya laut biru muda 

Yang membuatku jatuh cinta pada cantiknya langit biru muda 

Yang membuatku jatuh cinta pada gemerlap lampu kota

Kau pula yang membuatku membenci itu 

Sekarang aku jatuh cinta pada dalamnya laut

Sekarang aku jatuh cinta pada biru gelapnya laut 

Sekarang aku makin jatuh cinta pada derasnya ombak ketika badai 

Memang sepertinya warnaku adalah biru gelap 

Dan sekarang telah kembali ke warna itu 

Setelah sempat kau warnai aku dengan cerah 

Maafmu hanyalah sekedar kata 

Takkan kuterima 

Hingga balasanmu datang segera 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First Time

Hai lagi blog:)

I am back!